Sabtu, 23 Januari 2016

Profil Ampok DUA PUTRA

 “DUA PUTRA” adalah perusahaan rumahan atau home industri yang memproduksi, mendistribusikan, dan menawarkan produk berupa ampok jagung instan. “dua putra” produk yang dibuat adalah berasal dari bahan alam yang masih murni dengan pengolahan yang alami tanpa bahan-bahan kimiawi. Produk yang kami olah merupakan salah satu tumbuhan jagung.
Profil perusahaan home Industri ini sebagai berikut:
Nama Perusahaan        : “gading dua putra”
Pemilik                         : Bu sulis
Alamat                          : Dukuh Klopo, Peteronagn, jombang , Jawa timur
Telp                               : 081939809805 / 085852677255
Email                            : ampok2putra@gmail.com
Jenis Perusahaan           : Home industri makanan
Produk                          : Ampok jagung
Ampok jagung merupakan makanan yang di bilang bias menggantikan nasi.
Ampok jagungterbuat dari jagung alami.
Sejarah Perusahaan

Home industri “dua putra” didirikan oleh Bu Sulis, berawal dari keinginan untuk memberikan nilai tambah bahan pangan lokal yang berasal dari jagung yang di daerah kami jagung merupakan tanaman banyak dimanfaatkan. Dengan pengolahan jagung sebagai makanan dan produk pangan alternatif telah memberikan tambahan penghasilan keluarga dan kedepan juga akan melibatkan masyarakat sekitar untuk terlibat dalam bisnis ini baik untuk tenaga utama maupun sambilan mengisi waktu luang saat telah menyelesaikan kesibukannya sebagai petani yaitu setelah panen dan musim tanam selesai.

Uraian Produk

Ampok jagung produksi “dua putra” merupakan produk home industri yang bebas bahan pengawet dan diolah secara alami dan tradisional di jombang. Ampok jagung dikemas secara menarik dan higienis, diolah dengan teknik tertentu sehingga memiliki rasa yang enak, empuk, dan sedap karena dipadu oleh bahan alami tradisional non bahan pengawet dan non bahan kimia lainnya.
Ampok jagung produksi “Dua putra” terbuat dari jagung pilihan. Berbagai jenis jagung terdapat di Indonesia. Di samping dikonsumsi sebagai makanan atau makanan tambahan, ampok jagung ini juga mengandung zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh. Ini dikarenakan jagung mengandung karbohidrat tinggi, protein, dll

Keunikan Produk

Keunikan produk “dua putra” adalah pengembangan produk olahan berbahan dasar jagung dengan tujuan mempopulerkan pangan lokal yang belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat dan mempunyai nilai jual rendah menjadi pangan olahan bergizi tinggi, higienis. Keunikan lainnya adalah dalam hal rasa yang khas dan dikemas dengan kemasan yang menarik sehingga akan meningkatkan nilai jual produk.

Permasalahan Utama

Permasalahan utama yang dihadapi saat ini adalah bahan baku melimpah saat panen tetapi sulit dicari saat musim penghujan. Walaupun ada, kualitas jagung kurang baik untuk diolah terutama akan berpengaruh terhadap rasa. Sehingga perlu ada teknologi tepat guna untuk mengolah jagung sebanyak-banyaknya pada saat panen raya untuk bisa dipasarkan saat tidak musim.

Prospek Usaha

Usaha pengolahan sangat prospektif karena belum banyak masyarakat yang mengolah dan memanfaatkan jagung sebagai pangan alternatif. Sementara dari segi rasa “dua putra” mampu mengolahnya menjadi makanan yang enak, gurih dan bergizi. Sehingga dari segi pemasaran bisa diterima oleh semua elemen masyarakat, baik kalangan kelas bawah, kelas menengah dan juga kelas atas.

Analisis Usaha

“dua putra” rata-rata dapat memproduksi ampok jagung antara 10 hingga
15 kuintal per hari.

Rencana Pengembangan

Rencana pengembangan kedepan yang menjadi harapan pemilik usaha adalah:
  1. Mengembangkan usaha yang lebih luas dengan memperluas pemasaran dan mengembangkan produk lain berbahan jagung.
  2. Melengkapi peralatan dan perlengkapan produksi dengan teknologi yang lebih efisiensi waktu dan lebih ekonomis.
  3. Merekrut karyawan dari masyarakat setempat untuk meningkatkan produksi dan target penjualan, dan diharapkan juga bisa mengurangi pengangguran.
  4. Melakukan lebih banyak lagi publikasi dan promosi.
  5. Bisa menjadi motor penggerak usaha kecil menengah dan pioneer di Jombang.