Minggu, 14 Januari 2018

5 HAMA JAGUNG YANG HARUS DIWASPADAI PETANI JAGUNG


Tanaman jagung merupakan subsector tanaman pangan. Tanaman ini tidak luput dengan gangguan hama yang kerap menyerang tanaman petani jagung. Dalam proses produksi tanaman ini hama yang biasanya mengganggu tanaman jagung ialah ulat tanah, ulat grayak, belalang, kumbang bubuk, lalat bibit, penggerek tongkol, penggerek batang, serta kutu daun.


Ulat tanah
Hama ini akan menyerang jagung muda yang masih kuncup, masih baru tumbuh sekitar 5-15 cm. hama ulat tanah ini akan memotong bagian tumbuhan jagung yang masih muda dan memakannya. Sering juga hama ini dinamakan ulat pemotong. Pengendaliannya bisa menggunakan insektisida biologi dari golongan jamur seperti Beauvaria Bassiana.


Belalang
Hama belalang juga akan menyerang tanaman jagung dan tanaman lainnya. Biasanya yang menyerang tanaman jagung belalang ini jenis Locust sp dan Oxya Chinensis. Seperti halnya ulat tanah yang telah dijabarkan tadi, hama ini menyerang jagung pada saat masih berusia muda. Untuk pengendaliannya bisa menggunakan penyemprotan insektisida dengan berbahan aktif profenofos, klorpirifos, sipermetrin, betasiflutrin atau lamdasihalortrin dengan takaran sesuai dengan petunjuk dalam kemasan.


Kumbang bubuk
Kumbang akan menyebabkan kerusakan pada biji jagung yang sedang tumbuh dan siap panen. Biasanya hama ini tidak hanya menyerang jagung saja, melainkan beras, gandum dan tanaman biji lainnya. Hama ini tidak hanya bergerak pada lahan pertanian namun juga bergerak pada tempat penyimpanan atau gudang yang tedapat biji jagung.


Lalat bibit (Atherigona sp)
Hama jenis ini juga sangat berbahaya, lalat bibit ini sangat kecil ukurannya dan dapat bertahan hidup untuk serangga dewasa bervariasi antara 5-23hari lamanya dan yang serangga betina bisa sampai 2 kalilipatnya yang jantan. Serangga ini akan bertelur dibalik daun sehingga jarang sekali diketahui. Serangga ini juga sangat menyukai tumbuhan yang baru muncul dipermukaan tanah seperti kecambah atau jagung yang baru tumbuh. Atherigona sp akan merusak tanaman jagung yang sedang tumbuh melalui batangnya. Imago kecil yang berukuran 2,5 – 4,5 mm akan menaruh telurnya dibalik daun lalu lama kelamaan akan menetas sekitar 3 – 7 harian.

Larva ini akan mulai menyerang tanaman ketika menetas, saat itulah larva ini akan melubangi batang hingga membuat terowongan didalamnya sampai kepangkal batang tanaman jagung. Sehingga menyebabkan tanaman menjadi kuning dan lama kelamaan akan mati dengan sendirinya karena tidak ada makanan yang tersalurkan dari batang.


Penggerek Tongkol (Heliotis armigera, Helicoverpa armigera.)
Imago betina akan meletakkan telur pada silk (rambut) jagung. Rata-rata produksi telur imago betina adalah 730 butir, telur menetas dalam tiga hari setelah diletakkan dan sesaat setelah menetas larva akan menginvasi masuk ke dalam tongkol jagung lalu memakan biji yang sedang mengalami perkembangan. Infestasi serangga ini akan menurunkan kualitas mupun kuantitas tongkol jagung.
Pada lubang–lubang bekas gorokan hama ini terdapat kotoran–kotoran yang berasal dari hama tersebut, biasanya hama ini lebih dahulu menyerang bagian tangkai bunga.

Begitulah bagaimana hama akan menyerang tanaman jagung dan akan mempengaruhi produktifitas petani jagung serta akan menurunkan kualitas  jagung. Tentunya sedari proses penanaman harus sudah dilengkapi dengan pupuk yang tepat sehingga mencegah hama beroperasi secara bebas. Hama tersebut tidak dapat dibasmi tuntas karena mengingt proses perkembangbiakan yang amat cepat serta dalam jumlah yang amat banyak sehingga para petani hanya bisa mencegah perkembangbiakan yang meluas saja.

Sekian dari kami semoga bermanfaat dan tunggu artikel berikutnya.