Senin, 12 Februari 2018

BERBAGI INFORMASI DENGAN KAWAN WIRAUSAHA DI RADIO SUARA JOMBANG 104.1FM


Usaha Ampok Dua Putra telah berdiri sejak tahun 2009. Usaha ini hanya berawal dari kata coba – coba. Kenapa kok dibilang coba-coba? Iya, karena sang pemilik usaha ini dulu hanya ingin memasarkan produk ampok milik saudaranya. Ya, awalnya juga hanya ingin mencari rezeki lewat sesuatu yang halal, yaitu memasarkan produk ampok milik saudaranya.

Ternyata, setelah tahu bahwa peminatnya makin meningkat, akhirnya pun dia juga ingin membantu untuk memasak ampok saudaranya. Setelah dirasa bahwa dia dapat memasak dengan benar. Dan mengetahui cara mengolah sebuah jagung menjadi nasi ampok atau yang biasa disebut nasi jagung yang isntan, yang didukung pengetahuaannya akan minat konsumen yang semakin meningkat. Akhirnya pun pemilik usaha ampok dua putra yakni ibu Sulistyowati pun ingin mencoba membuka usaha ampok dua putra.

Dalam suatu usaha, baik dalam skala kecil maupun skala besar, pasti akan mengalami kendala. Kendala itu juga dialami oleh ibu sulistyowati. Dimana, ketika produk yang baru dirilis itu sempat ditolak diberbagai pasar karena nasi ampok (nasi jagung) adalah makanan yang kampungan. Seperti yang dikatakan oleh bu Sulistyowati di Radio Suara Jombang 104.1 FM, “Awalnya produk kami kan ditolak dipasar, karena ampok itu kan makanan ndeso (kampungan) jadi sulit bagi pasar untuk menerima produk kami”.

Tidak hanya itu, yang jelas bagi para pengusaha akan mempunyai banyak pesaing, seperti yang dialami oleh ibu sulistyowati ini. Di kalangan masyarakat telah banyak produk ampok yang serupa dengan ampok dua putra, tetapi mengapa ampok dua putra tetap laku dipasaran? Karena, ampok dua putra menjaga rasa dan kualitas dari ampok itu sendiri, yang mempunyai ciri khas dan pembeda dari produk ampok yang lain. Ampok Dua Putra mempunyai rasa yang lebih nikmat, produk ampoknya yang lebih kering walau di musim hujan sekalipun, menggunakan proses pengeringan yang alami yang menggunakan oven dan tanpa bahan pengawet. Produk ini dapat bertahan sampai 4 bulan, jika produk ini masih bertahan sampai 6 bulan lebih, maka akan berubah warna, namun rasa dan kering produknya tetap sama.

Meski usaha ini baru berkembang 9 tahun, namun ampok dua putra ini dapat menjangkau banyak wilayah seperti Samarinda, Balikpapan, Banyuwangi dan pasar – pasar yang ada di Kabupaten Jombang, diantaranya Pasar Legi, Pasar Pon, Pasar Peterongan dan Pasar Tembelang. Nah, tidak kalah kan dengan usaha ampok – ampok yang lain . . .

Selain itu, ternyata usaha ampok juga banyak menerima penghargaan lo, seperti menjadi Juara Nasional Adikarya Pangan Nusantara pada tahun 2016. Seperti yang dikatakan ibu Sulistyowati di Radio Suara Jombang 104.1 FM, “Ini Juara Nasional dalam Kategori Adikarya Pangan Nusantara”. Dan masih banyak penghargaan – penghargaan lain.

Ampok Dua Putra ini dapat memproduksi 7 kwintal ampok dalam sehari. Sudah dalam bentuk kemasan, kemasannya pun dibedakan menjadi tiga kemasan yaitu, kemasan 130gr, 170gr dan 250gr. Dengan varian harga yang cukup terjangkau pula.

Nah, dari sini dapat kita ambil kesimpulan lo. Tidak perlu takut dan tidak perlu goyah ketika kita mempunyai banyak pesaing saat kita berwirausaha, karena kualitas itulah yang diutamakan. Jangan menyerah ketika menghadapi kendala, karena pasti ada cara untuk menyelesaikannya.

Wah. . . Ampok Dua Putra, ternyata tidak hanya sekedar mencari keuntungan saja ya? Ampok Dua Putra juga memberikan informasi kepada para wirausahawan lain. Dan berbagi informasi juga bagi kita yang mungkin ingin menjadi seorang wirausahawan. Apalagi yang telah disampaikan pada Radio Suara Jombang 104.1 FM