Kamis, 29 Maret 2018

KONSUMSI SO PYUR SETIAP HARI SAMA DENGAN MERAWAT PENCERNAAN KITA


Secara umum serat tersusun dari komponen yang dapat larut ( soluble diatary fibre / SDF), dan tidak larut ( insoluble dietary fibre / IDF). Serat tak larut merupakan komponen terbesar (70%) penyusun serat makanan. Baik serat larut maupun tak larut dalam tubuh memiliki fungsinya sendiri-sendiri.

Serat larut merupakan serat yang paling lembut, kental dan menyerap air. Membentuk gel dalam sistem pencernaan. Ia menyebabkan rasa kenyang lebih lama, melunakkan tinja sehingga BAB lebih mudah, dan melubrikasi usus halus. Serat inilah yang mampu menurunkan kolesterol sekaligus mengatur gula darah.

Sementara serat tak larut menyebabkan terbentuknya struktur seperti spons. Komponen ini melewati tubuh tanpa termodifikasi. Menambah ampas di sistem pencernaan. Menaikkan massa tinja (membuat tinja lebih besar) sehingga merangsang gerakan peristaltik usus untuk mengeluarkan tinja. Baik untuk mencegah sembelit dan mencegah wasir.

Studi menyatakan mereka yang menyantap sekitar 25 g/hari (wanita) dan 30 g/hari (pria) risiko kematian turun hingga 20%, dibanding yang hanya mengonsumsi <10-13 g serat/hari. Bahkan pada kasus kematian akibat penyakit jantung, infeksi, dan penyakit pernapasan, diet tinggi serat mengurangi 50% risikonya.

Divertikulosis adalah salah satu kondisi yang bisa dihilangkan dengan konsumsi banyak serat. Sebagian besar mereka yang berusia > 45 tahun menderita
diverkulosis. Kondisi ini terjadi karena tekanan usus menyebabkan munculnya tonjolan-tonjolan abnormal di dinding usus besar. Berbentuk seperti bisul. Tonjolan tersebut dapat mengikat tinja, sehingga terjadi radang yang menyakitkan. Serat makanan membuat feses mudah dikeluarkan, sehingga tonjolan dapat mengecil dan lama-kelamaan hilang.

Untuk mendapatkan serat, dianjurkan mengonsumsi sayur berserat dan berbatang kasar, seperti brokoli, kembang kol atau labu siam. Atau buah yang kulitnya bisa dimakan seperti apel.
Masalah pencernaan yang dibiarkan akan memarah, bahkan bisa saja menyebabkan Anda terkena diare. Fakta bahwa makanan yang dikonsumsi sangat berpengaruh terhadap kesehatan memang mengharuskan Anda untuk lebih teliti lagi dalam memilah makanan yang masuk ke dalam tubuh. Pola makan yang sehat tentu akan membantu tubuh menjadi lebih sehat, dan akan menjauhkan Anda dari masalah pencernaan.

Jagung adalah sumber serat yang sangat baik sehingga sehat untuk sistem pencernaan. Dalam satu cangkir jagung mengandung 18,4% serat dari jumlah harian yang dibutuhkan oleh tubuh. Karena kaya serat, makan jagung dapat mencegah sembelit, wasir dan risiko kanker usus besar. Selain itu, serat kasar pada jagung memberi rasa kenyang yang lebih lama sehingga cocok untuk yang ingin menurunkan berat badan.

Karena itu sebaiknya makanlah jagung secara rutin. Jadikan jagung dan olahannya sebagai camilan favorit atau lauk. Tak hanya rasa gurih dan enak yang didapat. Kebutuhan seratpun bisa dipenuhi dan terbebas dari masalah susah buang air besar.

Jadi, daripada ribet – ribet cari jagung kesana kemari, mendingan jadikan ampok So Pyur jadi makananmu setiap hari. Instan, mudah dan cepat cara penyajiannya. Sekaligus juga punya banyak manfaat untuk tubuh kita.