Selasa, 27 Maret 2018

SEJARAH JAGUNG DI INDONESIA


Kira – kira, diantara kalian ada yang tahu tentang sejarah jagung di Indonesia? Sepertinya sedkit yang tahu tentang itu. Karena itu, disini kita akan membahas tentang sejarah jagung. Tumbuhan yang tidak mungkin anda tidak mengetahuinya.

Jagung ( Zea Mays) adalah salah satu tanaman pangan penghasil karbohidrat yang terpenting di dunia, selain gandum dan padi. Bagi penduduk Amerika Tengah dan Selatan, bulir jagung adalah pangan pokok, sebagaimana bagi sebagian penduduk Afrika dan beberapa daerah di Indonesia.
Dalam pembudidayaannya, jagung membutuhkan waktu hidupnya selama 80-150 hari. Rata-rata tingginya mencapai 2 - 2.5 m, meskipun ada kultivar atau bibit unggulan yang dapat mencapai tinggi 12 m pada daerah tanam tertentu.

Indonesia mengenal banyak istilah kata atau kata kiasan. Kata kiasan "seumur jagung" adalah mengambil contoh dari pertumbuhan jagung yang rata-rata usianya berkisar tiga sampai empat bulan. Namun bukan berarti tanaman ini berkembang biak seperti halnya pertumbuhannya yang singkat. Lalu bagaimana sejarah jagung dapat masuk ke Negara Indonesia? Begini sejarah singkatnya.

Christopher Colombus merupakan orang yang berjasa menyebarkan jagung keseluruh dunia.Setelah menemukan benu Amerika secara tidak sengaja pada tahun 1492,saat kembali kenegara asalnya, Colombus membawa tanaman jagung dan beberapa tanaman asli lainnya dari benua tersebut,seperti; cabai dan tomat.

Jagung bukanlah tanaman asli Indonesia, teori yang banyak berembang saat ini menyatakan bahwa jagung didomestikasi pertama kali oleh penghuni lembah Tehuacan, Meksiko. Bangsa Olmek dan Maya diketahui sudah membudidayakan di seantero Amerika Tengah sejak 10.000 tahun yang lalu dan mengenal berbagai teknik pengolahan hasil.

Sejak 2500 SM, tanaman ini telah dikenal di berbagai penjuru Benua Amerika. Kedatangan orang-orang Eropa sejak akhir abad ke-15 membawa serta jenis-jenis jagung ke Dunia Lama, baik ke Eropa maupun Asia. Pengembaraan jagung ke Asia dipercepat dengan terbukanya jalur barat yang dipelopori oleh armada pimpinan Ferdinand Magellan melintasi Samudera Pasifik. Di tempat-tempat baru ini jagung relatif mudah beradaptasi karena tanaman ini memiliki kemampuan suatu organisme beradaptasi dengan perubahan lingkungan yang tinggi (plastisitas fenotipe).

Di Indonesia,jagung pertama kali datang pada abad 17,dibawa oleh bangsa portugis.Sejak kedatangannya,tanaman ini menjadi tanaman pangan utama kedua setelah padi yang ditanam hampir oleh petani nusantara.Bagi petani yang mengalami kegagalan panen padi karena hama,menanam jagung menjadi alternatif untuk mendapatkan keuntungan atau minimal menutup kerugian.

Lama kelamaan,jagung menjadi terkenal dan semakin di gemari orang,bahkan pulau madura jagung menjadi makanan pokok masyarakat setempat.Nilai ekonomis jagung pun meningkat tajam sehingga menanam jagung tidak lagi hanya menjadi alternatif pengganti padi,tetapi sudah menjadi pilihan utama bagi banyak petani Indonesia.Di beberapa daerah,bertanam jagung bahkan lebih menguntungkan daripada menanam padi.Daerah sentra penghasil jagung di Indonesia antara lain Jawa timur,Jawa tengah,Jawa Barat,Madura,Nusa Tenggara Timur,Lampung,dan Sulawesi.

Sejak munculnya benih jagung hibrida,makin banyak varietas-varietas jagung yang diciptakan dengan berbagai macam keunggulan.Keadaan tersebut memudahkan para petani untuk memilih varietas jagung yang akan ditanam.Penanaman tersebut disesuaikan dengan kondisi lingkungan lahan tanam yang ada.

Saat ini,selain untuk konsumsi manusia,jagung juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak unggas seperti ayam,bebek,dan ternak ruminansia seperti sapi,domba serta babi.Bahkan dinegara-negara maju,sari pati jagung diolah menjadi gula rendah kalori dan ampasnya diolah menjadi alkohol dan monosodium glutamat.