Selasa, 29 Mei 2018

HAL PENTING YANG PERLU DIPERHATIKAN SAAT MENANAM JAGUNG AGAR HASIL MAKSIMAL


Para petani pasti ingin agar hasil panennya melimpah. Namun, banyak petani yang tidak tahu akan tips dan caranya. Oleh karena itu, kita akan membahas tentang cara memperoleh hasil panen jagung yang maksimal.

1. Memilih benih
Banyaknya jenis jagung hibrida yang beredar di pasar, tentunya ini memberikan kemudahan bagi para petani untuk memilih jenis jagung yang sesuai dengan keiinginan. Dalam memilih Bibit sebaiknya harus dilakukan dengan hati-hati dan cermat, karena langkah awal ini akan sangat menentukan keberhasilan anda dalam menanam jagung.

Baca dengan benar tanggal kadaluarsa yang ada di bungkus benih, pilih yang kadaluarsanya masih lama. Daya tumbuh benih sangat dipengaruhi oleh lamanya bibit tersebut disimpan, semakin lama maka daya tumbuhnya akan semakin kecil. Jadi carilah yang waktu expirednya masih lama.
Selain itu anda dapat melakukan dengan cara:

Sebaiknya, selalu gunakan benih jagung yang masih segar dan didapatkan dari jagung yang berkualitas pula. Sebaiknya, tingkat kecambah yang diperlukan untuk melakukan penanaman adalah sekitar 85%.

Selain itu, gunakanlah jenis jagung yang sebelumnya telah mengalami evolusi dan telah dipercaya oleh Pemerintah, pembelian benih bisa dilakukan dengan cara membelinya melalui perusahaan benih.
Hindarilah benih yang memiliki kecambah yang terlihat jelek, terkena serangan dari serangga parasit serta hama seperti burung, tak lupa jangan gunakan benih yang sebelumnya telah terkena penyakit.

2. Menyiapkan Lahan Tanam
Setelah menentukan bibit yang kemudian akan digunkan untuk pembudidayaan, maka tahapan selanjutnya yang sebaiknya perlu kita lakukan adalah untuk mengolah lahan dari jagung yang akan kita tanam. Untuk itu, persiapan yang sebaiknya perlu dilakukan agar proses dari penanaman jagung menghasilkan produk yang berkualitas adalah:

Pada area lahan yang akan digunakan untuk ditanamankan jagung, tanah sebaiknya dilakukan pencangkulan agar tanah yang ditanamani benih jagung menjadi lebih gembur. Selain itu, tujuan lain dari penggemburan tanah adalah untuk membuat sirkulasi oksigen terhadap tanah yang akan digunakan serta mengeluarkan racun dan calon penyakit yang berada di dalam tanah. Setelah dilakukannya penggemburan tanah, maka, tanah yang digunakan sebaiknya dilakukan pendiaman dalam kurun waktu kurang lebih sekitar 5 – 7 hari agar terkena matahari dan angin.

Apabila terdapat gulma yang berada di sekitar area lahan, sebaiknya dilakukan pembersihan agar gulma tersebut tidak semakin banyak yang nantinya akan mengganggu pertembuhan jagung itu sendiri.

Kadar keasaman tanah dari jagung sendiri tergolong rendah yaitu pH yang dibutuhkan adalah diatas pH 5. Apabila area lahan yang akan ditanami memiliki tingkat keasaman yang tinggi (dibawah pH 5), maka sebaiknya kita melakukan pengapuran terhadap lahan yang akan kita gunakan.

Pengapuran dapat dilakukan dengan menaburkan kapur dolmit pada lahan yang akan digunakan ketika belum digunakan untuk melakukan penanaman. Dosis yang dibutuhkan untuk melakukan pengapuran sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan lahan yang akan digunakan untuk menanam jagung.

Apabila area lahan penanaman yang akan Anda gunakan sebelumnya adalah lahan yang digunakan untuk sawah, maka kita dapat langsung melakukan penanaman terhadap benih jagung, selain itu kita juga harus memastikan bahwa kita telah mempersiapkan drainase yang baik untuk menunjang proses penanaman jagung agar area lahan yang dilakukan penanaman jagung tidak tergenang oleh air.

3. Penanaman Jagung
Ketika menanam jagung untuk pertama kalinya, sebaiknya penanaman dimulai ketika awal dari musim penghujan itu sendiri agar benih jagung yang ditanam memiliki pengairan yang cukup untuk melakukan pertumbuhan. Kita juga dapat melakukan penanaman pada musim kemarau, tetapi hal yang harus diperhatikan adalah pengairan yang baik agar benih-benih jagung yang ditanam dapat tumbuh dengan optimal.

Cara yang perlu dilakukan untuk menanam jagung itu sendiri adalah dengan cara menaruh beberapa butir (sekitar 1-2) benih jagung pada setiap lubang tanam yang telah disiapkan sebelumnya. Setelah itu, tutuplah lubang tanam yang telah diberikan benih dan timbunlah dengan menggunakan pupuk kompos yang sebelumnya telah disiapkan Setelah itu, berikanlah pengairan yang cukup terhadap biji jagung agar jaung-jagung tersebut dapat tumbuh.

4. Perawatan Tanaman Jagung
Untuk menghasilkan tanamn jagung yang subur, perawatan wajib dilakukan terutama pembersihan rumput liar atau gulma. Penyiangan sebaiknya dilakukan sejak jagung sudah mulai tumbuh.
Lakukan penyulaman untuk lubang-lubang yang jagungnya tidak tumbuh.

Selanjutnya lakukan pemupukan, gunakan pupuk NPK dengan komposisi yang merata. Pemupukan pertama dilakukan pada saat 7 hari setelah tanam dengan komposisi Urea 200Kg/Ha; SP36 150Kg/Ha; KCL 100Kg/Ha. Pemupukan pertama ini juga bias dilakukan bebarengan dengan penanaman, namun karena diawal sudah menggunakan pupuk kandang maka pemupukan dilakukan 1 minggu setelah tanam.

Lakukan pemupukan kembali pada saat usia jagung 21 hari setelah tanam, dengan komposisi Urea 200Kg/Ha. Dan pemupukan ketiga setelah jagung berusia 30-40 hari setelah tanam dengan komposisi Urea 200Kg/Ha.

Pembersihan rumput sebaiknya dilakukan secara terus menerus sampai buah jagung sudah mulai tua dan batang jagung sudah mulai mengering. Saat jagung sudah mulai kering, pembersihan rumput dapat dilakukan dengan menggunakan herbisida.

5. Pemanenan jagung
Proses pemanenan terhadap tanaman ini pun cukup mudah, hanya dengan cara memutar bagian dari tongkol jagung untuk melakukan pemisahan pada bagian tangkai dari tanaman jagung. Ciri-ciri dari jagung yang sudah manis adalah sebagai berikut:

  • Kelobot pada bagian jagung sudah mengering
  • Umur dari jagung telah tumbuh sudah memasuki hari ke 65 – 75
  • Terdapat lapisan hitam yang berada pada bagian dasar dari biji jagung
  • Warna daun pada tanaman jagung sebagian besar sudah bewarna kuning dan agak kering.