Jumat, 08 Juni 2018

GANTIKAN YANG MAHAL DENGAN YANG TERJANGKAU


Bulan ramadhan akan segera berakhir. Menjelang lebaran, harga kebutuhan pokok selalu naik. Contohnya seperti beras dan bahan makanan yang lain seperti gula, minyak dan lain - lain. Hal ini selalu menjadi masalah bagi para sang ibu yang mengatur keuangan rumah tangga untuk membeli kebutuhan keluarganya. Biasanya para ibu akan mengeluh jika bahan makanan pokok naik.

Memang terdapat berita bahwa HET (Harga Eceran Tertinggi) beras akan turun yang tadinya sekitar Rp 9.450,- akan turun menjadi Rp 9.000,- perkilo. Namun itu masih menjadi wacana dari menteri perdagangan. Namun, ternyata menteri perdagangan pun masih mempertimbangkan keputusannya karena harga yang sekarang, karena para penjual dipasaran sudah menjual dibawah rata - rata HET (Harga Eceran Tertinggi). Oleh karena itu kementerian perdagangan masih mempertimbangkan keputusannya. (dilansir dari sindonewscom).

Namun jika tidak diturunkan, maka para pedagang di pasar bisa saja merubah harga jual menjadi lebih tinggi lagi yang akan memberatkan masyarakat kecil pada akhirnya nanti.

Belum untuk membeli kebutuhan lainnya yang dibutuhkan saat lebaran nanti, seperti cabai, bawang merah, lauk pauk dan bahkan baju yang memang identik kalau lebaran membeli baju baru sebagai tanda bahwa kita benar - benar merayakan hari kemenangan yang kita tunggu.

Belum juga dengan makanan ringan yang disuguhkan untuk hari raya idul fitri nantinya. Pasti semua ibu sudah mulai menyiapkan suguhan itu dengan cara membuat sendiri atau pun membelinya ditoko - toko yang menyediakan.

Karena itu, para ibu butuh bahan makanan pokok sehari - hari yang selalu dimakan setiap harinya dengan harga yang cukup terjangkau. Namun, bagaimana caranya dapat membeli bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sedangkan banyak makanan pokok yanh setiap harinya terkadang selalu naik dengan bertahap.

Sebaiknya para ibu harus lebih teliti dan lebih cerdas lagi untuk membeli bahan pokok seperti beras yang semakin hari semakin naik harganya. Kalau saja ada pengganti alternatifnya yang lebih terjangkau, lebih baik membeli alternatif yang lebih terjangkau daripada harus membeli beras dengan harga yang mahal. Namun, pasti para ibu bertanya alternatif apa yang harganya terjangkau sebagai pengganti beras?

Jawabannya adalah So Pyur. So Pyur adalah tepung ampok yang tersedia di banyak toko sudah dalam bentuk kemasan yang praktis. So Pyur juga mampu menggantikan makanan pokok nasi anda dengan seporsi So Pyur yang nikmat dan memiliki banyak manfaat untuk tubuh kita. Bahkan So Pyur juga memberikan energi serta memberikan karbohidrat yang berperan penting untuk tubuh kita.

Tidak hanya itu, So Pyur juga mudah di dapatkan di toko - toko kelontong maupun di minimarket di sekitar anda. Cara memasaknya pun juga cukup mudah, hanya dengan merendam So Pyur dengan air panas sekitar 15 menit dan So Pyur sudah siap untuk disajikan.

Jangan khawatir para ibu, harga So Pyur pun juga sangat terjangkau. Dan jangan pernah khawatir jika harga So Pyur juga ikut naik seperti harga beras yang setiap harinya.

Alternatif yang terbaik saat bahan pokok mulai naik dengan harga yang standart dan cukup terjangkau bahkan tidak ikut naik walau menjelang hari lebaran. Karena So Pyur tidak mengikuti HET dimana pun. Karena So Pyur adalah makanan pokok alternatif pengganti beras atau nasi yang memang juga termasuk makanan pokok dalam 4 sehat 5 sempurna.

Jadi, cocok untuk para ibu yang ingin hidup hemat namun tetap dapat berenergi setiap harinya dan tetap menjaga kesehatan keluarganya. Karena So Pyur memiliki banyak nutrisi yang dibutukan oleh tubuh, baik dikonsumsi untuk siapapun. Harga terjangkau dan memberikan banyak manfaat tanpa mengikuti kenaikan harga saat menjelang lebaran yang dimana harga kebutuhan pokok yang setiap harinya selalu naik secara bertahap.